Modul 6: Audio & Transformers
Yang akan kamu kuasai
- Menjelaskan pipeline suara: ASR, TTS, dan tantangan streaming
- Membedah self-attention sebagai inti arsitektur Transformer
- Mengaitkan positional encoding dengan pemahaman urutan
1 · Teori (~5–10 mnt baca)
Audio punya dua arah: ASR (suara → teks, speech recognition) dan TTS (teks → suara). Tantangan khasnya waktu-nyata: buffering, latency, dan giliran bicara. Representasi standarnya spektrogram — 'gambar' dari gelombang suara sehingga model vision-style bisa dipakai.
Transformer (paper 'Attention Is All You Need', 2017) menggantikan perulangan dengan attention: tiap token 'melihat' semua token lain dan menimbang mana yang relevan. Self-attention multi-head dijalankan di banyak lapisan — inilah arsitektur di balik LLM modern.
# intuisi attention: skor = relevansi antar token
skor = {'kucing': 0.2, 'duduk': 0.5, 'di': 0.05, 'mat': 0.6}
total = sum(skor.values())
bobot = {k: round(v / total, 2) for k, v in skor.items()}
print(bobot) # 'mat' & 'duduk' paling diperhatikanOutput:
{'kucing': 0.15, 'duduk': 0.37, 'di': 0.04, 'mat': 0.44}Attention sendiri tak tahu urutan — positional encoding menyuntikkan informasi posisi ke embedding. Kombinasi: embedding + posisi → self-attention → feed-forward, diulang N lapisan. Transformer juga paralel (bukan berurutan seperti RNN) — itulah sumber skalabilitasnya.
2 · Video
Tonton 1 video inti dari kurasi pencarian ini (gratis, di YouTube):
▶ Tonton Video Pilihan3 · Praktek
Praktek: (1) coba pipeline ASR/TTS di Colab, (2) visualisasikan matriks attention kalimat sederhana, (3) lanjutkan ke Phase 6 untuk audio.
Phase 7: Transformers Deep Dive ↗Kuis
0/3 terjawab1. Self-attention membuat tiap token…
2. Positional encoding dibutuhkan karena…
3. Representasi standar audio untuk model adalah…