Modul 7: Generative AI & RL
Yang akan kamu kuasai
- Menjelaskan cara model generatif menghasilkan konten
- Membedakan pre-training, SFT, dan RLHF/DPO secara konsep
- Memahami intuisi reinforcement learning: state, action, reward
1 · Teori (~5–10 mnt baca)
Model generatif belajar distribusi data lalu mengambil sampel darinya: LLM menghasilkan token berikutnya, model diffusion menghasilkan gambar lewat proses denoising bertahap. Parameter decoding mengatur hasil: temperature tinggi = kreatif tapi liar; top-p membatasi kandidat token.
Perjalanan LLM dari 'mesin tebak kata' menjadi asisten: pre-training di korpus masif (kemampuan bahasa) → supervised fine-tuning dengan contoh instruksi→jawaban → alignment dengan feedback manusia (RLHF) atau preferensi (DPO). Tiga tahap, tiga data berbeda — inilah kenapa LLM bisa mengikuti instruksi.
Reinforcement learning: agen mengambil action pada state dan menerima reward, lalu memperbaiki policy. Intuisinya latihan dengan umpan balik — bukan label jawaban benar. RL muncul di alignment model, robotika, dan sistem rekomendasi; tidak semua masalah butuh RL — mulai dari yang sederhana.
2 · Video
Tonton 1 video inti dari kurasi pencarian ini (gratis, di YouTube):
▶ Tonton Video Pilihan3 · Praktek
Praktek: (1) eksperimen temperature/top-p pada satu prompt di API, (2) jalankan contoh Q-learning sederhana di Phase 9 (phases/09-reinforcement-learning).
Phase 8: Generative AI ↗Kuis
0/3 terjawab1. Urutan tahapan pembentukan LLM asisten yang benar…
2. Temperature tinggi pada decoding menghasilkan…
3. Komponen inti reinforcement learning adalah…