Bagian 68–74
Bagian 68–74 dari 101 bagian · Belajar 2
68.Hermes + Alur Kerja Agenik
Konsep:
deterministic workflow
|
+--> fixed code path
agenic workflow
|
+--> model chooses next actionHermes dapat berada di tengah-tengah:
Human ↓ Hermes ↓ Skill-defined procedure ↓ Agen chooses tools ↓ MCP ↓ Validation ↓ Result
Untuk operasi berisiko, gunakan fixed guardrail/approval boundary daripada menyerahkan seluruh keputusan ke model.
69.Hermes + Rekayasa Perangkat Lunak
Gunakan alur kerja:
Issue ↓ Plan ↓ Inspect repository ↓ Change code ↓ Run tests ↓ Review diff ↓ Summarize
Tools:
file, terminal, search, web, skills, browser, code_execution, delegation
Hermes juga menyediakan skill/integrasi untuk pengodean agenik scenarios di dalam ekosistemnya.
70.Hermes + Pemantauan / SRE
Sistem yang cocok:
Prometheus/Grafana/Splunk/Logs
|
v
MCP/API
|
v
Hermes
|
+------+------+
| |
analyze alert
| |
+------+------+
|
TelegramTambahkan:
cron, memory, skills, approval
71.Prinsip Desain Agen
Prinsip 1
Mulai sederhana.
Prinsip 2
Jangan memberi alat lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
Prinsip 3
Pisahkan instruction dari data.
Prinsip 4
Gunakan approval untuk aksi berisiko.
Prinsip 5
Gunakan skill untuk prosedur dapat digunakan ulang.
Prinsip 6
Gunakan memori untuk durable facts.
Prinsip 7
Gunakan MCP sebagai integrasi boundary.
Prinsip 8
Gunakan plugin daripada modifikasi inti jika kemampuan bersifat lokal/team-specific.
Prinsip 9
Evaluasi agen dengan tugas set, bukan demo tunggal.
Prinsip 10
Selalu bisa menjelaskan:
apa yang dilakukan agen, mengapa tool dipilih, data apa yang digunakan, apa efek sampingnya
72.Daftar Periksa Pemahaman
Anda dianggap memahami Hermes tingkat dasar jika dapat menjawab:
Dasar
- Apa fungsi
hermes setup? - Apa fungsi
hermes model? - Apa fungsi
hermes doctor? - Apa bedanya CLI dan gateway?
- Di mana
config.yaml?
Agen
- Apa itu alat?
- Apa itu skill?
- Apa itu memori?
- Apa itu session?
- Apa itu delegasi?
Integration
- Apa itu MCP?
- Kapan memakai MCP dibanding native alat?
- Bagaimana membatasi alat permukaan?
Automation
- Apa bedanya cron dan one-shot menjalankan?
- Bagaimana skill dipasang ke cron?
- Bagaimana delivery bekerja?
pengembang
- Kapan membuat skill?
- Kapan membuat plugin?
- Kapan membuat alat bawaan?
- Bagaimana membaca arsitektur?
keamanan
- Apa risiko terminal?
- Apa risiko MCP?
- Apa itu injeksi prompt?
- Mengapa least privilege penting?
Production
- Bagaimana backup state?
- Bagaimana menguji update?
- Bagaimana mengukur success rate?
- Bagaimana melakukan rollback?
73.Rubrik Proyek Akhir
Jangan menilai proyek hanya dari “bisa chat”.
Gunakan daftar periksa:
| Area | Target |
|---|---|
| Instalation | reproducible |
| Model | dokumened |
| Tools | least privilege |
| Skills | dapat digunakan ulang |
| Memory | curated |
| Sessions | recoverable |
| MCP | filtered |
| Delegation | justified |
| Cron | reliable |
| Gateway | authorized |
| keamanan | diuji |
| evaluasi | repeatable |
| Observability | measurable |
| Upgrade | controlled |
| dokumentasi | lengkap |
74.Ringkasan Perintah
# setup hermes setup hermes setup --portal hermes doctor hermes model # run hermes hermes chat -q "..." hermes --tui hermes desktop hermes dashboard # configuration / tools / skills hermes tools hermes skills hermes config # sessions hermes sessions list # cron hermes cron list hermes cron create "every 2h" "Check server status" # MCP hermes mcp test <server> # profiles/bots hermes profile list hermes profile create <name> hermes -p <bot> chat # update hermes update
Sintaks dapat berubah antarversi; selalu verifikasi dengan hermes --help dan dokumentasi resmi versi yang dipakai.